Enter your keyword

AREA-V PENGUATAN PENGAWASAN

Beautifully suited for all your web-based needs

1.5 Penguatan Pengawasan
Penguatan pengawasan bertujuan untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN pada masing-masing instansi pemerintah. Target yang ingin dicapai melalui program ini adalah:
a. meningkatnya kepatuhan terhadap pengelolaan keuangan negara oleh masing-masing instansi pemerintah;
b. meningkatnya efektivitas pengelolaan keuangan negara pada masing-masing instansi pemerintah;
c. meningkatnya status opini BPK terhadap pengelolaan keuangan negara pada masing-masing instansi pemerintah; dan
d. menurunnya tingkat penyalahgunaan wewenang pada masingmasing instansi pemerintah.

Atas dasar hal tersebut, maka terdapat beberapa indikator yang perlu dilakukan untuk menerapkan penguatan pengawasan,
yaitu:
a. Pengendalian Gratifikasi
Pengukuran indikator ini dilakukan dengan mengacu pada kondisi yang seharusnya dilakukan, seperti:
1) unit kerja telah memiliki public campaign tentang pengendalian gratifikasi; dan Dokumen
2) unit kerja telah mengimplementasikan pengendalian gratifikasi. Dokumen

b. Penerapan Sistem Pengawasan Internal Pemerintah (SPIP)
Pengukuran indikator ini dilakukan dengan mengacu pada kondisi yang seharusnya dilakukan, seperti:
1) unit kerja telah membangun lingkungan pengendalian; Dokumen
2) unit kerja telah melakukan penilaian risiko atas unit kerja; Dokumen
3) unit kerja telah melakukan kegiatan pengendalian untuk meminimalisir risikoyang telah diidentifikasi; dan Dokumen
4) unit kerja telah mengkomunikasikan dan mengimplementasikan SPI kepada seluruh pihak terkait. Dokumen

c. Pengaduan Masyarakat
Pengukuran indikator ini dilakukan dengan mengacu pada kondisi yang seharusnya dilakukan, seperti:
1) unit kerja telah mengimplementasikan kebijakan pengaduan masyarakat; Dokumen
2) unit kerja telah melaksanakan tindak lanjut atas hasil penanganan pengaduan masyarakat; Dokumen
3) unit kerja telah melakukan monitoring dan evaluasi atas penanganan pengaduan masyarakat; dan Dokumen
4) unit kerja telah menindaklanjuti hasil evaluasi atas penanganan pengaduan masyarakat. Dokumen

d. Whistle Blowing System
Pengukuran indikator ini dilakukan dengan mengacu pada kondisi yang seharusnya dilakukan, seperti:
1) unit kerja telah menerapkan whistle blowing system; Dokumen
2) unit kerja telah melakukan evaluasi atas penerapan whistle blowing system; dan Dokumen
3) unit kerja menindaklanjuti hasil evaluasi atas penerapan whistle blowing system. Dokumen

e. Penanganan Benturan Kepentingan
Pengukuran indikator ini dilakukan dengan mengacu pada kondisi yang seharusnya dilakukan, seperti:
1) Unit kerja telah mengidentifikasi benturan kepentingan dalam tugas fungsi utama; Dokumen
2) Unit kerja telah menyosialisasikan penanganan benturan kepentingan; Dokumen
3) Unit kerja telah mengimplementasikan penanganan benturan kepentingan; Dokumen
4) Unit kerja telah melakukan evaluasi atas penanganan benturan kepentingan; dan Dokumen
5) Unit kerja telah menindaklanjuti hasil evaluasi atas penanganan benturan kepentingan. Dokumen

f. Penyampaian Laporan Harta Kekayaan pegawai
Pengukuran indikator ini dilakukan dengan mengacu pada kondisi
1) Tingkat kepatuhan penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK bagi pegawai yang wajib LHKPN; Dokumen
2) Tingkat kepatuhan penyampaian Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) melalui aplikasi Sistem Informasi Pelaporan Harta Kekayaan (SiHARKA) bagi pegawai yang tidak wajib LHKPN. Dokumen